Berbuat Baik: Siapa Takut?

504

Seorang guru bertanya kepada muridnya ketika sang murid tersebut bully oleh teman-temannya. “Mengapa kamu tidak marah dengan teman-temanmu karena mereka sudah mem-bully anda? tanya Sang Guru. Lalu sang murid menjawab,”bukankah Guru pernah mengajarakan kepada saya bahwa jadilah seperti mangga, biarpun di lempar dengan batu tetapi ia tetap memberikan buah bagi mereka yang melemparnya. Saya tidak marah biarpun saya dibully karena saya ingin mereka bahagia. Saya ingin mereka menikmati kebahagiaan karena membully saya. Jika saya marah terhadap mereka berarti saya telah mengurangi kebahagiaan mereka.”

Para sahabat terkasih,

Jika ada orang lain yang tidak menyukai kita atau membenci kita biarkanlah dia menikmati ketidaksukaannya tersebut. Janganlah karena sikapnya menghalangi kita  untuk berbuat  baik bagi orang lain. Tetaplah kita menabur kebaikan, karena kebaikan yang kita tabur akan kita tuai kebaikan yang berlipat ganda. Janganlah kita menabur kebencian, iri dan dengki, karena kita akan menuai hal yang sama. Ukuran yang akan kita ukurkan pada orang lain akan diukurkan kembali untuk kita. Jika kita tidak suka atau membenci sesama tanpa kita sadari sudah ada bibit sikap iri hati yang kita semaikan dalam diri kita. Karena itu, kita hendaknya melakukan kebaikan dalam hidup kita.

Para sahabat terkasih,

Menabur kebaikan itu tidak mudah. Terkadang kita harus melawan hal-hal yang bertolak belakang dengan hati kita. Terkadang kita juga harus melawan suatu kebiasaan bersama yang diyakini benar padahal kebiasaan itu salah. Kita juga harus berani untuk dibenci dan dihina orang demi menabur kebaikan. Karena itu janganlah takut untuk menabur kebaikan. Janganlah habiskan waktu kita untuk membicarakan orang lain, tetapi gunakanlah waktu kita dengan sebaiknya untuk meningkatkan kualitas diri kita. Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah bagi hidup kita dan hanya waktulah yang membedakan antara kita dengan orang  lain. Serahkanlah hidup kita pada Tuhan  dan biarkanlah semuanya berjalan sesuai rancangan Tuhan. Yakinlah bahwa diri kita begitu berharga di mata Tuhan.

“Berilah dan kamu akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kau pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Lukas, 6:38).”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here