Bertindaklah Bijaksana

223

Para Sahabat,

Ada sebuah ceritra yang mengisahkan tentang Angin Barat dan Angin Timur. Suatu ketika, terjadilah persaingan antara Angin Barat dan Angin Timur. Keduanya bersaing untuk menjatuhkan seekor kera putih raksasa di atas sebuah pohon. Angin barat mendapat kesempatan pertama untuk menunjukkan kemampuannya. Dengan seluruh kekuatannya, Angin Barat memperlihatkan tiupan bahoroknya persis ke arah kera itu. Ia sangat yakin untuk menjatuhkan kera raksasa dari pohon itu. Namun apa daya, semakin kuat hembusan anginnya, semakin kuat pula kera itu memeluk dan merangkul batang pohon. Angin Barat tak berdaya dan akhirnya gagal menjatuhkan kera putih raksasa di atas pohon. Tibalah giliran Angin Timur. Angin Timur yang terkenal dengan tiupan sepoi-sepoi ini dengan tenang, perlahan dan lembut menhembuskan anginnya ke arah kera putih raksasa. Semakin lama, hembusan anginnya pun semakin sepoi, lembut dan sejuk. Kera raksasa itu akhirnya terlelap  di atas pohon. Melihat keadaan kera itu serentak Angin Timur mengeluarkan satu kali hembusan anginnya yang sangat dasyat. Seketika itu juga kera putih raksasa  terhempas ke tanah.

 

Para Sahabat,

Apakah dalam hidup perlu persaingan atau hal-hal yang bersifat kompetetif? Hidup ini terkadang perlu hal-hal yang bersifat kompetetif dengan orang lain. Kompetetif yang dimaksudkan adalah kita bersaing dengan orang lain untuk melihat dan mengasah kemampuan diri  kita. Kompetetif bukanlah untuk memamerkan diri lebih hebat dari orang lain, namun hal tersebut akan membantu kita untuk mengasah diri untuk menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kompetetif bukan berarti bersaing dengan orang lain untuk menjatuhkan orang lain. Demi mencapai hal yang kita impikan namun dengan cara menjatuhkan sesama kita adalah hal yang tidak bermakna bagi hidup. Tidak ada artinya sebuah kebahagiaan yang kita peroleh jika kebahagiaan itu menimbulkan luka di hati dan kesusahan hidup bagi sesama kita. Jika ingin berhasil, berhasillah secara elegan tanpa menjatuhkan sesama kita. Untuk mencapai kesuksesan tidak memerlukan berbicara besar bahwa saya bisa melakukan semua hal yang ada. Untuk mencapai kesuksesan adalah soal ketekunan dan disiplin diri untuk menyelesaikan semua hal yang ada. Berbicara besar tetapi tidak memulai bekerja adalah sebuah kesia-siaan belaka. Alangkah lebih bagus sedikit berbicara dan banyak bertindak dengan pemikiran yang matang untuk meraih peluang yang ada dalam hidup kita.

 

Para Saudara,

Kita sering jatuh dan gagal meraih peluang karena terlanjur bertindak ceroboh, bertindak tanpa pikiran dan pertimbangan yang matang. Kita ingin bersaing agar sama seperti sesama kita tanpa melihat kemampuan yang kita miliki. Kita sering memaksakan kehendak dan justru membuat hidup kita tidak bahagia. Terkadang kita juga terlalu yakin  dan bangga dengan kemampuan sendiri tanpa mempertimbangkan nilai-nilai luhur kehadiran orang lain. Akan tetapi, orang  yang bijaksana tidak pernah bertindak secara ceroboh. Orang yang bijaksana  akan selalu mempertimbangkan sesuatu secara matang, mengambil keputusan dengan cermat dan bertindak dengan tenang. Orang yang bijaksana akan selalu meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Tuhan selalu menuntun orang yang sabar, rendah hati dan bijak sebagaimana Ia sendiri maha bijaksana.

 

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbnag, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan , bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya, 41:10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here