Jangan Lelah Berbuat Baik

26

Renungan Harian

Jumat, 03 April 2020

Yoh 10:31-42

Bacaan Injil  Yoh 10:31-42

Sekali peristiwa  orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka,  “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku  Kuperlihatkan kepadamu;  manakah di antaranya  yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?  Jawab orang-orang Yahudi itu,  “Bukan karena suatu pekerjaan baik  maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.”  Kata Yesus kepada mereka,  “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu  ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?’  Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!  Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,  disebut allah,  masihkah kamu berkata  kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa  dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia  ‘Engkau menghujat Allah!’  Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,  janganlah kamu percaya kepada-Ku.  Tetapi jikalau Aku melakukannya  dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,  percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,  supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti,  bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”  Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.  Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,  ke tempat Yohanes dulu membaptis orang,  lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,  “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,  tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”  Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

“Bersabarlah atas urusan dunia. Tersenyumlah karena rezeki telah dibagi dan urusan telah diatur. Seorang pengikut Tuhan hidup dalam dua hal, yakni kesulitan dan kemudahan. Di balik kemudahan itu ada rasa syukur dan di balik kesulitan ada kesabaran.”

Ungkapan di atas sangatlah sesuai dengan kisah perjalanan hidup yang Yesus alami. Yesus berbuat baik di mana-mana, tidak mengenal tempat, status mereka yang dibantu dan keadaan lingkungan.

Kebaikan dan pengorbanan Yesus justru tidak disukai oleh orang Yahudi. Yesus sampai mengatakan, “Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Yoh 10:38.

Dalam hidup menggereja, kita diajak untuk tidak hanya melihat golongan ini atau itu yang membangun  dan mengembangkan Gereja. Tetapi kita terutama melihat apa yang sudah dilakukan mereka bagi Gereja. Kalau itu hal yang baik, tugas kita untuk melanjutkan perbuatan yang baik tersebut dalam kehidupan bersama dan menggereja. Bagi kita sendiri kalau kita yakin bahwa yang dilakukan itu baik, jangan pernah berhenti untuk melakukannya. Di balik kemudahan ada rasa syukur, di balik kesulitan ada kesabaran.

Oleh karena itu, janganlah lelah berbuat baik karena Tuhan senantiasa mencukupkan segala yang kita perlukan di muka bumi ini.

Bersama nabi Yeremia hari ini kita berdoa bersama, “Ya Tuhan, kepada-Mu kuserahkan perkaraku!” Yer 20:12

Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.

Salam Kasih dan Doa:

Romo Eman Kiik Mau Pr (Keuskupan Atambua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here